Wanita, 2 X Lebih Mudah Depresi Dibanding Pria

ADA beragam factor penyebab depresi. Dr. Suryo Dharmono, Sp.KJ menyebutkan setidaknya depresi muncul akibat kombinasi beragam hal. Faktor eksternal yang bisa muncul misalnya konflik keluarga, konflik interpersonal, kehilangan teman atau keluarga, perubahan musim, akibat obat-obatan (anithipertensi, kontrasepsi oral, kortikosteroid) serta alcohol, dan akibat penyakit medis seperti stroke atau parkinson.

Faktor internal yang bisa memengaruhi munculnya depresi antara lain pengalaman buruk masa lalu, kepribadian seseorang yang memang buruk (musah mengkritik diri sendiri, mudah khawatir, pemalu, sensitive), akibat melahirkan, menopause, dan faktor keturunan yang menyebabkan terjadinya perubahan kimia dalam otak.

“Karena itu, tidak heran bila wanita dalam hal ini bisa mengalami depresi dua kali lebih besar dibanding pria karena dalam hidupnya wanita mengalami proses melahirkan, menopause, mengasup obat kontrasepsi, dan masih ditambah hal lain,” jelas Suryo. Beberapa keluhan seperti nafsu makan berkurang, sulit tidur, keinginan bunuh diri, pesimis, harga diri turun, konsentrasi dan perhatian menurun, merasa tidak berguna, gangguan pencernaan bisa jadi menjadi gejala-gejala depresi.

Kalau Anda menemui diri sendiri mengalami hal ini, tentu saja sebaiknya mendatangi psikiater atau setidaknya minta tolong mereka yang ahli dalam bidangnya. Sah-sah saja bila Anda hendak datang ke seorang kyai atau seorang ahli meditasi, bahkan ahli yoga untuk menyelesaikan depresi.

“Semuanya baik dan layak dilakukan asal kelompok-kelompok ini memiliki konsep yang sama dengan kita para dokter dalam memandang depresi. Karena bisa jadi, seorang penderita depresi ketika datang justru malah diminta mengaku dan menyesali seluruh dosa dan kesalahannya. Padahal depresi yang muncul bukanlah akibat seluruh kesalahannya,” ungkap Suryo.

Kompleksitas masalah depresi ini menuntut kerja keras dan kerja sama semua pihak untuk memulai gerakan bersama sadar depresi. “Masyarakat perlu melek terhadap masalah kesehatan jiwa,” jelas Suryo. Di beberapa negara maju seperti Australia dan Amerika, masalah depresi sejak satu decade terakhir mendapat perhatian serius baik dari pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat. Pemerintah Australia tahun 1998-2003 bahkan mencanangkan “National Action Plan for Depression” dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat termasuk tokoh-tokoh masyarakat Aborigin.

Gerakan nasional menekan pentingnya aspek promosi dan pencegahan depresi. “Better Mental Health Literacy merupakan isu yang mendapat perhatian besar di Australia dan Amerika” jelas Suryo. Sayang di Indonesia belum ada perhatian semacam.

Sumber: kompas.com

Cara Dia Memandang Cinta

Katanya sih cinta, tapi sikapnya kok, tak berbicara begitu? Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Pertama, Anda perlu tahu dulu bahwa konsep cinta antara lelaki dan perempuan pada dasarnya memang berbeda.

Salah satunya yang menarik adalah bagaimana kedua mahluk ini memandang cinta. Memang, membahas dan mengartikan cinta sendiri bukanlah perkara yang mudah. Secara gramatikal, cinta bisa dikatakan sebagai sebuah perasaan yang sangat mendalam, mengandung gejolak emosi positif dan bersifat subyektif. Namun, penelitian yang bisa menjelaskan secara gamblang tentang cinta sampai sekarang belum ada.

Seorang penulis nonfiksi dan sains yang pernah mendapatkan Pulitzer Prize, Natalie Angier, mencoba mendefinisikan kata cinta dalam bukunya yang berjudul Women an Intimate Geography. Menurut Natalie, cinta adalah sebuah perasaan yang universal sehingga akan selalu ada sampai kapan pun manusia itu ada.

Sejak kecil kita, manusia, juga sudah diajarkan untuk mengenal cinta, walapun penerapannya berbeda setelah kita menginjak dewasa. Itulah sebabnya, mengapa pengertian cinta antara lelaki dan perempuan, pada akhirnya juga berubah dan berbeda. Nah, seperti apakah perbedaan cinta di mata lelaki dan perempuan?

Perempuan: cinta=perhatian
Lelaki: cinta=kepercayaan
Salah satu tanda cinta bagi perempuan adalah perhatian. Kita senang memberi sekaligus menerima perhatian. Sekecil apa pun perhatian yang diberikan pasangan, kita akan merasa istimewa dan dicintai. Misalnya, dikirimi SMS setiap hari, meski pesannya hanya uapan selamat pagi atau selamat tidur.

Sementara buat lelaki, yang menyamai arti perhatian adalah kepercayaan. Lelaki menganggap jika pasangan yang dicintainya memberikan kepercayaan penuh padanya, itu berarti sang kekasih meyakini bahwa ia telah melakukan yang terbaik bagi mereka berdua. Lelaki tak suka dibanjiri SMS. Apalagi jika pesannya berisi, “Kamu di mana?” Selain mengganggu, pesan ini seolah menunjukkan kita tak memercayainya.

Perempuan: butuh pengertian
Lelaki: butuh penerimaan

Selain perhatian, hal lain yang kita butuhkan dalam hubungan adalah rasa dimengerti. Kaum lelaki memang sulit memahami kita. Namun, mereka punya cara untuk mengatasinya. Banyak lelaki diberi kemampuan mendengarkan keluh kesah kita tanpa menghakimi. Ia juga dapat memeberikan empatinya. Sikap lelaki yang lebih mudah memahami ini bukan didapat dari mengetahui pikiran atau perasaan seorang perempuan. Ini karena lelaki selalu berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang dia dengar dan dia lihat unutuk membenarkan apa yang disampaikan kekasihnya.

Sementara, perempuan yang kadang tidak berdaya mengubah kekasihnya akhirnya dengan penuh cinta menerima Si Dia apa adanya. Dan, inilah yang membuat lelaki merasa bahagia dan sangat dicintai.

Perempuan: ingin dihormati
Lelaki: ingin dihargai

Kita akan merasa dihormati bila lelaki menanggapi dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan dan kebutuhan-kebutuhan kita. Jika tingkah laku Si Dia selalu mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaan kita, pasti kita akan merasa senang dan dihormati. Betul, kan?

Sedangkan bagi lelaki, penghargaan atau dihargai merupakan reaksi alami terhadap perasaan didukung. Jika usahanya dihargai, lelaki akan tahu bahwa usahanya tidak sia-sia. Nah, hal ini bisa mendorong lelaki untuk bisa berbuat lebih banyak. Lelaki yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong untuk lebih menghormati pasangannya.

Perempuan: butuh kesetiaan
Lelaki: lebih butuh rasa kagum

Diakui atau tidak, ketika sedang jatuh cinta kita selalu ingin pasangan berada di sisi kita, kalau perlu 24 jam penuh (bodyguard saja pakai shift). Ini menandakan kita memang sangat menginginkan dan mengagungkan kesetiaan. Nah, kaum lelaki merasa bila si pasangan mengagumi dan menghormati hak-haknya, dengan ikhlas ia akan membaktikan diri dan menyanjung si pasangan.

Sebaliknya, jika perempuan diperlakukan sebagai sosok yang terpenting dalam kehidupan lelaki tercintanya, maka kita akan dengan mudah memberikan kekaguman pada pasangan. Segala sesuatu memang harus ada timbal baliknya, kan?

Perempuan: mengharap ketegasan
Lelaki: mengharap persetujuan

Setiap pasangan yang akan memulai hubungan, biasanya akan menunjukkan sikap persetujuan dan ketegasan. Sebagai contoh, kita selalu membutuhkan ungkapan rasa cinta dan sayang yang diutarakan lewat kata-kata. Kita membutuhkan kata “jadian” terucap dengan jelas, tegas dan langsung sebagai bukti keabsahan hubungan.

Sementara lelaki merasa dengan kata “mau”, atau anggukan, atau ungkapan persetujuan lain dari kita sudah cukup menunjukkan bahwa kita bersedia menjalin hubungan bersamanya.

Nah, setelah lelaki menerima persetujuan yang dibutuhkan, dia akan jadi lebih mudah untuk menghargai perasaan kita. Sedangkan kita akan merasa lebih dicintai jika lelaki yang kita cintai memberikan pengasan secara berulang.

Erma Dwi Kusumastuti

Sumber: Kompas

Harapan vs Kekecewaan

Harapan itu adalah sebuah ujian karena ada yang namanya kekecewaan..

Harapan dan kekecewaan sepertinya sudah merupakan makanan sehari-hari dalam kehidupan dan ukurannya sama. Seperti kalau di fisika, ada gaya aksi = gaya reaksi. Jadi besarnya harapan = tingkat kekecewaan.. sepertinya.. barangkali.. mungkin.. (teori asal)

Berada di tengah-tengah antara positive thinking dan prepare for the worse itu sulit.
Apakah positive thinking dan berharap itu sama? Sebagai manusia, yang namanya berharap itu sangat manusiawi. Apakah itu sama dengan positive thinking? Semua orang pasti tau betapa kecewanya jika harapan itu tidak tercapai. Tapi apa mau dikata yang namanya berharap itu tetap saja muncul.

Jangan tangkep saya, pak!

Pada suatu siang di kediaman saya…

ting tong

saya dan tmn sermh berpandangan “siapa?” “au dah, paket kali”
Ya sudah, gw tekanlah tombol bwt bukain lah pintu bawah.. trus biasanya sih gw tinggal bntar, trus tiba2 denger suara walkie talkie.. he? klo pak2 DHL mah g bw gituan.. Gw buka lah pintu apart sayah, di tangga terdengar walkie talkie yg semakin jelas, trus ada 2 bapak2 gede berseragam biru tua tulisannya “Polizei”.. mereka b2 terus mendekat naek ke apart gw..

.. satu hal yg pertama kali terbersit “geblek, si cupu abis ngapain neh?!” (sorry, pu.. reflek..)
setelah itu br pikiran2 aneh lainnya.. seperti ..
“tunggu, kmrn download rapidshare kynya g bnyk2 amat.. adoh, tuh donlotan gw msh jalan lg.. kita g pernah donlot dr torent kok.. wait.. kmrn nyolong g?”
“ah iya! pernah ditanyain polisi di kota pas demo2 wiken kmrn.. tp kan dia g nyatet alamat gw?!”
“aaaarh! gw blm lulus, jgn dideportasi!”

dan 2 polisinya makin mendekat ke pintu gw..
tiba2 yg plg depan senyum2..
“Kita gmau ke rmh anda kok, jangan takut.. jangan takut..” trus senyum lagi dan trus naek ke atas.. gw bengong.. sambil menutup pintu…

…………………….

!@$?”{%#@$&*(@$#!

tampang gw mgkn saat itu takut dan oon bgt kali ya..
mgkn kebiasaan nonton pelem.. ato kesan yg tertanam ketika di indo, bahwa polisi itu menyeramkan dan kerjaannya cm nangkep org doang ama nagih uang damai..

aduh2, paak2.. mbok ya kalo mo ke tetangga saya, belnya yg dipencet yg bersangkutan aja.. knp jg musti mencet bel gw.. mgkn krn namanya plg banyak.. ada 4 nama aneh2 bejibunan kecil2 tertempel di belnya.. “aah.. ini imigran neh.. or something like that..”