Aku adalah supirku.. (eh?)

Kelabilan dalam berfikir itu tampaknya untuk orang2 di umur belasan hingga 20-an masih sering terjadi. Kelabilan yang pgn saya tekankan pada kesempatan kali ini adalah: “krisis kepercayaan diri”. Seringkah hal2 di bawah ini terbersit di benak kita:

“aah.. gw ini siapa sih?”
“tapi kan gw gak bs apa2..”
“gw ga cantik.. gak ganteng.. gendut…item…”
“gw ga bs dandan.. g modis..”
“gw malu kalo ngomong di dpn orang”
“gw ga enak bilang ‘enggak'”
dll, dst

Knock2.. Pengakuan2 negatif seperti ini jika dibiarkan berlarut2 akan membuat kita semakin terpuruk. OK kita sadari kelemahan kita seperti sulit berbicara misalkan.. Ya stop! sampai di situ, lalu perbaiki diri.. Bukan terus menerus berkeluh kesah meratapi kelemahan diri.

Orang lain hanya bisa sebatas berkomentar, tapi tidak bisa membantu untuk memperbaiki. Berbusa2 teman memberi saran, segudang buku self-help dibaca pun kalau memang dari diri sendirinya tidak ada kemauan kuat untuk berubah ya gak bakal berubah.

Percaya diri kunci komunikasi

Kepercayaan diri itu penting dalam berkomunikasi. Jika kita percaya diri, maka semakin menariklah kita di mata orang lain. Tutur kata jelas, suara tegas, dan penampilan menarik tentunya bisa membuat kita didengarkan. Kalo suara aja pelan, ngomong gak jelas, rambut acak2an, duduk bungkuk.. yaaa.. gimana ya.. males dong orang lain bicara.. Jadi jangan dianggap bahwa kita ini berdandan hanya untuk menarik hati lawan jenis saja, tetapi menarik hati klien, rekan bisnis, akong2 toko (biar dikasi mura) itu jg penting kan. Kalo kita berpenampilan apik, percaya diri meningkat, bicara semakin mantab dan jelas.

Yah kurang lebih begitu lah cerocosan saya.. Bukan berarti saya sudah sempurna, tapi jg bisa jd refleksi saya sendiri.. hu3.. Intinya adalah.. mandirilah dalam berfikir. Jangan tergantung orang lain dalam merubah diri.. setirilah hidupmu sendiri..